Proses Dan Praktik KIP/K dalam
Pelayanan Kebidanan
A. Keterampilan Konseling
Dibagian depan sudah banyak dipaparkan
hal-hal berkaitan dengan ilmu komunikasi, komunikasi terapeutik, komunikasi
interpersonal atau konseling, dan lain-lain. Namun pada bagian ini kita ulang
dan perdalam untuk lebih dapat memahami berbagai aspek didalam praktek
konseling, sebagai bagian tugas bidan melakukan keterampilan konseling kepada
klien dan pasiennya, dengan harapan akan lebih efektif. Konseling harus
dilakukan sesuai dengan peraturan-peraturan dan pedoman yang telah digariskan
oleh suatu lembaga konseling professional yang sah secara hokum serta memiliki
izin jelas. Syarat konseling professional harus ada standar akreditas dan
tingkat kompetensi minimum. Seorang konselor terikat dengan kode etik, yang
diantaranya harus menghargai nilai, pengalaman, pandangan, perasaan dan
kemampuan klien untuk menentukan diri sendiri.
B.
Bidan
sebagai Pelaku Keterampilan Konseling
Perbedaan hubungan konseling antara
konselor professional dan pelaku konseling yang bukan konselor profesional
ialah diantaranya :
1. Bila
konselor professional konseling dilakukan umumnya di tempat yang menjamin
privasi dan kenyamanan fisik dan psikologis bagi keduanya, konselor dan
kliennya. Konselor akan menjelaskan sifat dan tujuan konseling kepada kliennya,
disamping itu keduanya juga akan mematui batas-batas etika konseling, misalnya
konselor tidak boleh melakukan kontak fisik yang berlebihan kepada kliennya.
Kemudian juga konselor terlarang untuk menjalin hubunga berdasarkan
alasan-alasan pribadi dengan kliennya.
2. Berbeda
dengan bidan yang melakukan konseling kepada pasiennya. Konseling itu akan
dilakukan mungkin di bangsal tempat pasien berada, atau ditempatkan kerja bidan
atau dimana saja dalam lingkunga sosial lainnya
3. Yang
perlu diperhatikan ialah bahwa ketika memberi konseling konselor professional
seperti ditegaskan oleh Geraid dan Gildard (2003), ialah bahwa konselor
professional yang melakukan praktek hubungan konseling dengan kliennya. Akan
memisahkan kepentingannya sendiri dan memusatkan diri hanya pada kebutuhan
klien.
Keterampilan konseling
adalah keterampilan berkomunikasi yang amat penting dan efektif guna membantu
orang lain, jika hal itu diterapkan sehari-hari oleh mereka yang bukan konselor
professional.
4. Perbedaan
lain antara bidan dan perawat dan pasien dibanding dengan konselor
professional, maka konselor jarang memberi nasehat kepada klien, sedangkan pada
prakteknya bidan atau perawat yang sedang merawat pasiennya dapat memberi
nasehat atau informasi yang dibutuhkan oleh pasien. Yang penting juga untuk
diketahui didalam tugas bidan melakukan keterampilan konseling ialah bahwa keterampilan
konseling bidan tersebut kepada pasiennya dapat membantu :
a. Menahan
emosi sehingga pasien merasa lebih baik
b. Menahan
kekhawatiran
c. Menemukan
pemecahan masalah dari perasaan yang menggelutinya.
d. Bersikap
positif dan optimis terhadap diri pasien sendiri.
C.
Bidan
Harus Percaya Diri
Istilah popular di negara ini adalah PD atau percaya
diri. Bidan dalam melakukan keterampilan konseling harus PD. Seorang bidan yang
merasa cemas dan tampak diwajahnya ketika memberi konseling kepada kliennya,
maka kliennya juga akan merasa tidak nyaman karena ada “ pemindahan perasaan “
(Transfer feeling), yang mungkin sekali kliennya juga akan menjadi cemas. Tentu
saja hal ini akan mempengaruhi interaksi secara keseluruhan (Suryani, 2008).
Untuk itu bidan harus PD atau dengan perkataan lain
bidan haruslah menjadi sosok yang bisa diteladani, karena pasien (klien)
membutuhkan sosok bidan seperti itu, ketika bidan sedang menolongnya, utamanya
berkaitan dengan psikologi dalam suatu konseling. Hal ini penting karena bidan
adalah sosok yang paling dipercaya oleh pasien (kliennya), karena bidan yang
memberi asuhan kebidanan adalah orang yang paling dekat dan paling lama bersama
kliennya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar