Kamis, 18 Juni 2015

Pengukuran Anthropometri

Pengukuran Anthropometri

1.         Penimbangan Berat Badan
Letakkan kain atau kertas pelindung dan atur skala penimbangan ke titik nol sebelum penimbangan. Hasil timbangan dikurangi berat alat dan pembungkus bayi.
2.         Pengukuran Panjang Badan
Letakkan bayi di tempat yang datar. Ukur panjang badan dari kepala sampai tumit dengan kaki atau badan kaki diluruskan. Alat ukur harus terbuat dari bahan yang tidak lentur.
3.         Ukur Lingkar Kepala
Pengukuran dilakukan dari dahi kemudian melingkari kepala kembali lagi ke dahi.
4.         Ukur Lingkar Dada
Ukur lingkar dada dari daerah dada ke punggung kembali ke dada (pengukuran dilakukan melalui kedua puting susu).
(Marmi, 2014. Asuhan Neonatus, Bayi, Balita dan Anak Prasekolah, Yogyakarta : Pustaka Pelajar)


Pengukuran Anthropometri

Pengertian istilah “nutritional anthropometry” mula-mula muncul dalam “Body measurements and Human Nutrition” yang ditulis oleh Brozek pada tahun 1966 yang telah didefinisikan oleh Jellife (1966 dalam Moersintowati, BN, 2005) sebagai pengukuran pada variasi dimensi fisik dan komposisi besaran tubuh manusia pada tingkat usia dan derajat nutrisi yang berbeda.
Pengukuran anthropometri ada dua tipe, yaitu pertumbuhan dan ukuran komposisi tubuh yang dibagi menjadi pengukuran lemak tubuh dan massa tubuh yang bebas lemak. Penilaian pertumbuhan merupakan komponen esensial dalam surveilan kesehatan anak karena hampir setiap masalah yang berkaitan dengan fisiologi, interpersonal dan domain sosial dapat memberikan efek yang buruk pada pertumbuhan anak. Alat yang sangat penting untuk penilaian pertumbuhan adalah kurva pertumbuhan (growth chart) pada gambar terlampir, dilengkapi dengan alat timbangan yang akurat, papan pengukur, stadiometer dan pita pengukur.
Pengukuran anthropometri merupakan bagian dari langkah-langkah manajemen tumbuh kembang anak. Berikut ini langkah-langkah manajemen tumbuh kembang anak.
a.         Pengukuran antropometri, meliputi berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, lingkar dada, lingkar lengan dan tebal kulit.
b.        Penggunaan kurva pertumbuhan anak (KMS, NCHS).
c.         Penilaian dan analisis status gizi dan pertumbuhan anak.
d.        Penilaian perkembangan anak dan maturasi.
e.         Intervensi (preventif, promotif, kuratif, rehabilitatif).

Perlu ditekankan bahwa pengukuran antropometri hanyalah satu dari sejumlah teknik-teknik yang dapat untuk menilai pertumbuhan dan status gizi. Pengukuran dengan cara-cara yang baku dilakukan beberapa kali secara berkala pada berat dan tinggi badan, lingkaran lengan atas, lingkaran kepala, tebal lipatan kulit (skinfold) diperlukan untuk penilaian pertumbuhan dan status gizi pada bayi dan anak.

a.         Berat dan Tinggi Badan terhadap Umur
Pengukuran antropometri sesuai dengan cara-cara yang baku, beberapa kali secara berkala misalnya berat badan anak diukur tanpa baju. Mengukur panjang bayi dilakukan oleh dua orang pemeriksa pada papan pengukur (infantometer), tinggi badan anak diatas dua tahun diukur dengan posisi anak berdiri dengan stadiometer. Baku yang dianjurkan adalah buku NCHS secara Internasional untuk anak usia 0-18 tahun yang dibedakan menurut gender laki-laki atau wanita.
Penilaian berat badan (BB) berdasar umur menurut WHO dengan baku NCHS. Grafik pertumbuhan BB dalam KMS dibuat berdasarkan baku WHO/NCHS yang disesuaikan dengan keadaan di Indonesia, meliputi daerah  merah menghubungkan angka-angka 70% median, daerah kuning diatas merah pada batas 75-80% median, daerah hijau muda adalah 85-90% median, daeha hijau tua 95-100% median.
Penilaian panjang badan berdasar  umur menurut WHO  dengan baku NCHS, meliputi lebih dari atau sama dengan 90% adalah normal, kurang dari 90% adalah abnormal (malnutrisi kronis). Cara canggih yang lebih tepat untuk menetapkan obesitas pada anak dengan kalkulasi skor Z (atau standar deviasi) dengan mengurangi nilai berat badan yang dibagi dengan standar deviasi populasi referens. Skor Z = atau > + 2 (misalnya 2SD diatas median) dipakai sebagai indikator obesitas.

b.         Lingkar Kepala, Lingkar Lengan, Lingkaran Dada
Lingkar kepala. lingkar lengan, lingkaran dada diukur dengan pita pengukur yang tidak molor. Baku Nellhaus dipakai dalam menentukan lingkaran kepala (dikutip dalam Behrman, 1968). Lingkaran lengan menggunakan buku dari Wolanski (1961) yang berturut-turut diperbaiki pada tahun 1969. Pengukuran lingkar kepala digunakan untuk menilai pertumbuhan otak. Mikrosefali menunjukkan adanya retardasi mental. Makrosefali (volume otak meningkat) menunjukkan adanyan penyumbatan aliran cairan serebrospinalis. Pengukuran lingkar lengan atas dimaksudkan untuk menilai jaringan lemak dan otot, dan dapat dipakai untuk menilai status gizi anak pada usia pra sekolah.

c.     Tebal Kulit di Ukur dengan Alat Skinfold Caliper pada Kulit Lengan, Subskapula dan Daerah Pinggul
Tebal kulit diukur dengan alat skinfold caliper pada kulit lengan, subskapuladan daerah pinggul penting untuk menilai kegemukan. Memerlukan latihan karena sukar melakukannya dan alatnyapun mahal (harpenden caliper).  Penggunaan dan interpretasinya yang terlebih penting.

d.         Body Mass Index (BMI)
Body Mass Index (BMI) adalah quetelet’s index, yang telah dipakai secara luas, yaitu berat badan (kg) dibagi kuadrat tinggi badan (m2). BMI mulai disosialisasikan untuk penilaian obesitas pada anak dalam kurva persentil juga (lihat pada lampiran CDC tahun 2004). Tingkat kelebihan berat badan harus dinyatakan dengan standar deviasi (SD) dari mean (rerata) BMI untuk populasi umur tertentu. Mean BMI juga bervariasi seperti pada berat badan normal pada status gizi dan frekuensi kelebihan berat pada rerata BMI dan standar deviasi yang dihitung, misalnya anak dengan rerata BMI +1 di negara lain.

Suatu kurva persentil dari BMI atas dasar referens populasi internasional dikembangkan oleh IOTF (international obesity task force) pada tahun 1997 untuk mengatasi keterbatasannya. Batas (cut off points) obesitas dalam kaitan persentil adalah BMI 25 kg/m2 dan BMI 30 kg/m2 pada orang dewasa (Nur Wafi, 2010. Asuhan Neonatus, Bayi dan Balita. Jakarta : Fitramaya). 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar