Pengukuran
Anthropometri
1.
Penimbangan Berat Badan
Letakkan kain atau
kertas pelindung dan atur skala penimbangan ke titik nol sebelum penimbangan.
Hasil timbangan dikurangi berat alat dan pembungkus bayi.
2.
Pengukuran Panjang Badan
Letakkan bayi di tempat
yang datar. Ukur panjang badan dari kepala sampai tumit dengan kaki atau badan
kaki diluruskan. Alat ukur harus terbuat dari bahan yang tidak lentur.
3.
Ukur Lingkar Kepala
Pengukuran dilakukan
dari dahi kemudian melingkari kepala kembali lagi ke dahi.
4.
Ukur Lingkar Dada
Ukur lingkar dada dari
daerah dada ke punggung kembali ke dada (pengukuran dilakukan melalui kedua
puting susu).
(Marmi, 2014. Asuhan Neonatus,
Bayi, Balita dan Anak Prasekolah, Yogyakarta : Pustaka Pelajar)
Pengukuran
Anthropometri
Pengertian
istilah “nutritional anthropometry” mula-mula muncul dalam “Body measurements
and Human Nutrition” yang ditulis oleh Brozek pada tahun 1966 yang telah
didefinisikan oleh Jellife (1966 dalam Moersintowati, BN, 2005) sebagai
pengukuran pada variasi dimensi fisik dan komposisi besaran tubuh manusia pada
tingkat usia dan derajat nutrisi yang berbeda.
Pengukuran
anthropometri ada dua tipe, yaitu pertumbuhan dan ukuran komposisi tubuh yang
dibagi menjadi pengukuran lemak tubuh dan massa tubuh yang bebas lemak.
Penilaian pertumbuhan merupakan komponen esensial dalam surveilan kesehatan
anak karena hampir setiap masalah yang berkaitan dengan fisiologi,
interpersonal dan domain sosial dapat memberikan efek yang buruk pada pertumbuhan
anak. Alat yang sangat penting untuk penilaian pertumbuhan adalah kurva
pertumbuhan (growth chart) pada gambar terlampir, dilengkapi dengan alat
timbangan yang akurat, papan pengukur, stadiometer dan pita pengukur.
Pengukuran
anthropometri merupakan bagian dari langkah-langkah manajemen tumbuh kembang
anak. Berikut ini langkah-langkah manajemen tumbuh kembang anak.
a.
Pengukuran antropometri, meliputi berat
badan, tinggi badan, lingkar kepala, lingkar dada, lingkar lengan dan tebal
kulit.
b.
Penggunaan kurva pertumbuhan anak (KMS,
NCHS).
c.
Penilaian dan analisis status gizi dan
pertumbuhan anak.
d.
Penilaian perkembangan anak dan
maturasi.
e.
Intervensi (preventif, promotif,
kuratif, rehabilitatif).
Perlu ditekankan
bahwa pengukuran antropometri hanyalah satu dari sejumlah teknik-teknik yang
dapat untuk menilai pertumbuhan dan status gizi. Pengukuran dengan cara-cara
yang baku dilakukan beberapa kali secara berkala pada berat dan tinggi badan,
lingkaran lengan atas, lingkaran kepala, tebal lipatan kulit (skinfold)
diperlukan untuk penilaian pertumbuhan dan status gizi pada bayi dan anak.
a.
Berat dan Tinggi Badan terhadap Umur
Pengukuran
antropometri sesuai dengan cara-cara yang baku, beberapa kali secara berkala
misalnya berat badan anak diukur tanpa baju. Mengukur panjang bayi dilakukan
oleh dua orang pemeriksa pada papan pengukur (infantometer), tinggi badan anak
diatas dua tahun diukur dengan posisi anak berdiri dengan stadiometer. Baku
yang dianjurkan adalah buku NCHS secara Internasional untuk anak usia 0-18
tahun yang dibedakan menurut gender laki-laki atau wanita.
Penilaian
berat badan (BB) berdasar umur menurut WHO dengan baku NCHS. Grafik pertumbuhan
BB dalam KMS dibuat berdasarkan baku WHO/NCHS yang disesuaikan dengan keadaan
di Indonesia, meliputi daerah merah
menghubungkan angka-angka 70% median, daerah kuning diatas merah pada batas
75-80% median, daerah hijau muda adalah 85-90% median, daeha hijau tua 95-100%
median.
Penilaian panjang badan
berdasar umur menurut WHO dengan baku NCHS, meliputi lebih dari atau
sama dengan 90% adalah normal, kurang dari 90% adalah abnormal (malnutrisi
kronis). Cara canggih yang lebih tepat untuk menetapkan obesitas pada anak
dengan kalkulasi skor Z (atau standar deviasi) dengan mengurangi nilai berat
badan yang dibagi dengan standar deviasi populasi referens. Skor Z = atau >
+ 2 (misalnya 2SD diatas median) dipakai sebagai indikator obesitas.
b.
Lingkar Kepala, Lingkar Lengan,
Lingkaran Dada
Lingkar
kepala. lingkar lengan, lingkaran dada diukur dengan pita pengukur yang tidak
molor. Baku Nellhaus dipakai dalam menentukan lingkaran kepala (dikutip dalam
Behrman, 1968). Lingkaran lengan menggunakan buku dari Wolanski (1961) yang
berturut-turut diperbaiki pada tahun 1969. Pengukuran lingkar kepala digunakan
untuk menilai pertumbuhan otak. Mikrosefali menunjukkan adanya retardasi
mental. Makrosefali (volume otak meningkat) menunjukkan adanyan penyumbatan
aliran cairan serebrospinalis. Pengukuran lingkar lengan atas dimaksudkan untuk
menilai jaringan lemak dan otot, dan dapat dipakai untuk menilai status gizi
anak pada usia pra sekolah.
c. Tebal Kulit di Ukur dengan Alat Skinfold
Caliper pada Kulit Lengan, Subskapula dan Daerah Pinggul
Tebal
kulit diukur dengan alat skinfold caliper pada kulit lengan, subskapuladan daerah
pinggul penting untuk menilai kegemukan. Memerlukan latihan karena sukar
melakukannya dan alatnyapun mahal (harpenden caliper). Penggunaan dan interpretasinya yang terlebih
penting.
d.
Body
Mass Index (BMI)
Body
Mass Index (BMI) adalah quetelet’s index, yang telah dipakai secara luas, yaitu
berat badan (kg) dibagi kuadrat tinggi badan (m2). BMI mulai disosialisasikan
untuk penilaian obesitas pada anak dalam kurva persentil juga (lihat pada
lampiran CDC tahun 2004). Tingkat kelebihan berat badan harus dinyatakan dengan
standar deviasi (SD) dari mean (rerata) BMI untuk populasi umur tertentu. Mean
BMI juga bervariasi seperti pada berat badan normal pada status gizi dan
frekuensi kelebihan berat pada rerata BMI dan standar deviasi yang dihitung,
misalnya anak dengan rerata BMI +1 di negara lain.
Suatu
kurva persentil dari BMI atas dasar referens populasi internasional
dikembangkan oleh IOTF (international obesity task force) pada tahun 1997 untuk
mengatasi keterbatasannya. Batas (cut off points) obesitas dalam kaitan
persentil adalah BMI 25 kg/m2 dan BMI 30 kg/m2 pada orang dewasa (Nur Wafi,
2010. Asuhan Neonatus, Bayi dan Balita. Jakarta : Fitramaya).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar