Kamis, 18 Juni 2015

Peranan Bidan sebagai Komunikator

PERANAN BIDAN SEBAGAI KOMUNIKATOR

Perawatan kebidanan merupakan bentuk pelayanan profesional yang diberikan oleh bidan kepada individu, keluarga, masyarakat, untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan kebidanan.

Dalam memberikan pelayanan kebidanan ini, peranan komunikasi antara bidan dengan klien sangat menentukan keberhasilan hasil dan mutu pelayanan yang diberikan.

Disinilah peranan komunikasi amat penting, karena fungsi bidan diantaranya adalah mentransformasikan nilai – nilai perawatan kebidanan kepada ibu, sehingga ibu dapat menerima kehamilan, memelihara serta menjaga kehamilannya yang akhirnya ibu dapat melahirkan dengan lancar dan mencegah resiko – resiko yang tidak diinginkan.

Pada intinya bidan sebagai komunikator harus mampu mentransformasikan proses adaptasi / penyesuaian terhadap calon, ibu, ibu hamil, ibu melahirkan dan ibu menyusui sehingga ibu dapat beradaptasi dengan peristiwa – peristiwa sebagai akibat perkawinan, dan kehamilannya untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan mentalnya. Sehubungan dengan hal – hal tersebut, maka bidan sebagai komunikator mempunyai kewajiban sebagai berikut.

1.        Sebagai penyampai pesan seorang bidan harus mempersiapkan pesan yang akan disampaikan sebaik-baiknya mudah dimengerti oleh klien, sesuai dengan latar belakang dan kondisi klien.
2.        Pesan yan telah disiapkan dengan baik, dalam menyampaikan dengan klien dapat dilaksanakan dengan verbal maupun nonverbal. Sikap, penampilan dan ekspresi klien harus mencerminkan rela membantu dan tanpa pamrih.
3.        Jika pesan yang akan disampaikan akan menimbulkan kegoncangan pada psikologis klien, dan pesan itu harus disampaikan, maka bidan harus mempersiapkan klien sehingga klien betul – betul siap untuk menerima keadaan yang paling buruk misalnya.
4.        Setiap menyampaikan pesan, perlu diperhatikan psikologis klien, jangan sampai pesan yang bersifat rahasia disampaikan dihadapan klien lain.
5.        Respon klien merupakan balikan bagi bidan terhadap pelayanan yang telah diberikan. Bidan hendaknya sensitif terhadap setiap respon yang diungkapkan oleh klien. Bagi bidan setiap respon apapun sangat berarti untuk mengevaluasi pelayanan yang telah diberikan.
6.        Bidan dalam melaksanakan perawatan kebidanan merupakan suatu satu tim. Oleh karena itu ada keterkaitan dengan unsur atau pihak lain dalam perawatan klien, misalnya dengan bagian laboratorium, bagian rontgen, bagian gizi, dokter ahli lainnya, psikiater, psikolog dan lain – lainnya. Sebagai komunikator, bidan harus mempersiapkan data – data klien selengkap-lengkapnya, sehingga dalam berkomunikasi dengan pihak lain tidak akan merugikan klien.
7.        Dalam berkomunikasi dengan tim, bidan harus menunjukkan kedewasaan sebagai tenaga profesional. Dewasa dalam arti sikap dan penampilan serta tindakan.

8.        Sebagai bidan di desa, wawasan komunikasi lebih luas. Disamping secara langsung kepada klien serta keluarganya juga kepada masyarakat dan dukun. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar