Kamis, 18 Juni 2015

Kegiatan Kelompok sebagai Salah Satu Kegiatan Bidan

KEGIATAN KELOMPOK SEBAGAI SALAH SATU KEGIATAN BIDAN

A.    Kegiatan Kelompok sebagai Salah Satu kegiatan Bidan
1.      Defenisi
Komunikasi kelompok adalah suatu bentuk komunikasi antara dua atau lebih orang yang berinteraksi satu dengan yang lain untuk satu tujuan. Orang-orang yang terlibat biasanya mengisi peran-peran dan mentaati peraturan-peraturan serta norma-norma yang secara implisit disetujui para anggotanya (ningsih, 2003).

2.      Kegunaan
Berdasarkan batasan tersebut diatas, kegunaan dalam bidang kebidanan tentulah sangat menunjang tujuan bagi kesehatan ibu dan anak. Utamanya ketika dilakukan suatu kegiatan-kegiatan bagi para bidan dalam sistem komunikasi kelompok tersebut, selama melalui forum tersebut dimanfaatkan seefektif mungkin dalam berbagai bentuk dan tujuan, yakni berfokus pada kesehatan ibu dan anak tersebut. Dalam hal ini, Handy (1985) memberikan pengertian mengenai pentingnya kegunaan komunikasi kelompok, yakni :
a.       Memenuhi kebutuhan sosial
b.      Membentuk konsep diri
c.       Memberi/menerima dukungan dan bantuan
d.      Berbagai dengan orang lain

B.     Kepemimpinan dalam Kelompok
Cirri-ciri kepemimpinan dalam kelompok harus mengacu untuk kepentingan bersama. Untuk itu harus memenuhi persyaratan dibawah ini :
1.      Berorientasi pada tugas
2.      Menggunakan waktu secara efektif, menentukan prioritas secara jelas dan sering membuat keputusan eksekutif
3.      Berorientasi pada orang
4.      Lebih peduli pada perasaan-perasaan dan masalah-masalah anggota kelompok.


C.    Cirri-ciri Kelompok yang Kompak
Kemudian setelah kita mengenal cirri-ciri kepemimpinan seperti diatas, maka kita harus tahu bagaimana cirri-ciri kelompok yang kompak itu, ciri-ciri kelompok yang kompak adalah :
1.      Organisasi yang baik
2.      Hubungan yang baik
3.      Riwayat keberhasilan yang baik
Adapun salah satu bentuk ketiga cirri tersebut diatas ialah bagaimana cara menyelesaikan masalah dalam kelompok itu dimulai dengan kelompok pembuat keputusan, ada personal atau tim yang ditunjuk oleh manajer untuk menyelesaikan masalah tertentu. Anggota kelompok yang lain memberikan sumbang saran, cepat, agar terjadi pemahaman dalam penyelesaian masalah. Itulah tanda adanya cirri-ciri kelompok kompak dan prakteknya.
Disamping itu, pada kelompok yang kompak memiliki empat dasar pelaksanaan sumbang saran yang harus ditaati, yakni :
1.      Tidak boleh dilakukan penilaian pad aide-ide sampai acara selesai
2.      Kelompok harus menganggap dirinya sebagai penghasil sejumlah besar ide dan tidak mengkhawatirkan kualitas dari ide-ide
3.      Anggota kelompok harus dibiarkan untuk berfikir dengan bebas
4.      Ide-ide yang ditawarkan anggota kelompok harus dihargai dan dikembangkan oleh anggota kelompok lain.
Gaya kepemimpinan dalam suatu kelompok komunikasi ada dua yakni :
1.      Gaya tunggal yaitu berdasarkan pencapaian tugas yang telah ditentukan bagi kelompok
2.      Gaya Eklektik yaitu berdasarkan gaya-gaya yang berpusat pada anggota kelompok atau berdasarkan pembagian pada tugas
Karakteristik kelompok menurut Hargreavest (1975) adalah
1.      Anggotanya memiliki hubungan tatap muka
2.      Terdapat lebih dari satu anggota
3.      Anggotanya memiliki tujuan atau maksud bersama
4.      Anggotanya dibeda-bedakan kedalam struktur
5.      Anggotanya menganut sekumpulan norma-norma
Sifat dari kelompok Charles H. Cooley membuat penggolongan kelompok sosial dalam penggolongan utama yaitu :
1.      Primary Group : kelom[pok primer lebih intensif dan lebih intensif dan lebih erat antara anggotanya ( Face to Face)
2.      Secondary group : kelompok sekunder
Komunikasi dalam kelompok sekunder merupakan komunikasi dalam hubungan yang tidak langsung, tidak akrab, kurang bersifat kekurangan dan bersifar formal, lebih objektif.

D.       Membangun Tim atau Kelompok / Team bulding
1.      Pengertian
Team bulding adalah suatu upaya yang dibuat secara sadar untuk mengembangkan kerja kelompok dalam suatu organisasi.
2.      Perlunya membangun tim/ team bulding
Pada prinsipnya kita memerlukan team bulding untuk memperbaiki kinerja kelompok yang kita miliki, namun ada beberapa kondisi yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaan team bulding antara lain :
a.       Kondisi kelompok yang memerlukan peningkatan moralitas dan hasil kerja tim
b.      Puncak pimpinan yang jarang berfikir dan bertindak sebagai bagian sebuah kelompok
c.       Terjadi kurang pengertian antara sesame anggota kelompok, tidak ada arahan dan semangat kerja yang timbul dalam suatu kelompok sehingga kelompok kehilangan arah kerja
d.      Dalam kelompok baru dinama terdapat beberapa individu yang menonjol tapi tidak dapat bekerja bersama dalam kelompok
e.       Kurangnya rasa percaya diri antara sesama tim dan adanya ketidaktahuan akan kemungkinan peluang yang dapat dilakukan oleh anggota tim.
3.      Manfaat membangun Tim/ Team bulding
Team bulding yang dilakukan secara benar dan berkesinabungan akan memberikan hasil perubahan yang sering kali jauh lebih baik dari dugaan semula.
a.       Bagi pimpinan tim/ kelompok
1.      Pimpinan tim akan menjadi lebih kuat dan lebih efektif
2.      Pimpinan tim utama menyesuaikan gaya kepemimpinannya, dengan lebih memperhatikan kepentingan dan tanggung jawab kelompok dibandingkan kepentingan pribadi
3.      Terdapat apresiasi yang lebih besar dari pimpinan tim terhadap kebutuhan anggota tim dan bagian-bagian dalam tim
4.      Pimpinan menjadi lebih mampu untuk berkomunikasi secara langsung kepada anggota tim sehingga terjadi hubungan pengertian yang lebih baik antara pimpinan dan anggota tim
5.      Pimpinan tim memiliki inisiatif untuk lebih memahami prakasa anggotanya
6.      Pimpinan mempunyai komitmen yang lebih tinggi terhadap sasaran kerja dan memiliki harapan yang lebih besar.
b.      Bagi individu anggota tim/kelompok
1.      Sebagai besar individu memiliki pendekatan yang lebih persuasif, toleransi menjadi lebih tinggi dan memiliki kepercayaan untuk mengajukan argumentasi tanpa terikat oleh hirarki
2.      komunikasi dan dialog antar sesama anggota kelompok menjadi lebih bebas dan terbuka, yang selama ini menjadi salah satu hambatan utama dalam perkembangan kelompok
3.      terdapat ‘ ruang’ yang lebih terbuka untuk mengakui beberapa kelemahan-kelemahan pribadi, bahkan kadang kala tidak jarang yang mengundurkan dirikarena kesadaran sendiri.
4.      banyak masalah antara pribadi sesama anggota tim/ kelompok selama ini mengganjal dapat dipecahkan dengan lebih mudah karena keterbukaan semua anggota tim

c.       bagi pelaksana kerja tim/ kelompok
1.      pertemuan tim/ kelompok menjadi lebih struktur dan efektif
2.      hasil yang diperoleh lebih dapat diterima dan terdistribusi dengan baik kepada sesama peserta
3.      terjadi perbaikan kerja dalam mencapai sasaran, peningkatan kemampuan dalam mengevaluasi individu dan kelompok dengan cara yang lebih profesional
4.      tingkat komunikasi dalam dan antara kelompok menjadi lebih komprehenshif dan efektif, walaupun dalam kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan
5.      komitmen yang lebih kuat terdapat sasaran-saran baru
6.      terciptanya otonomi yang lebih besar pada tingkat manajemen
7.      lebih banyak waktu digunakan untuk bekerja untuk bekerja sama dengan kkolega dan bekerja sama dalam mencapai tujuan

E.       Strategi menghadapi kelompok peserta yang kurang mendukung kelancaran kegiatan
1.      Tife pasif
a.       anjuran pertanyaan langsung pada peserta bersangkutan
b.      mintalah mereka berbagi rasa berpasang-pasangan
c.       mintalah untuk menulis komentar atau jawaban pertanyaan
d.      berikan insentif kecil\
e.       merubah metode penyampaian dengan kegiatan yang lebih menarik atau permainan
2.      Tipe agresif
a.       anjurkan pertanyaan tentang sebab sikap agresifnya
b.      beri kesempatan dan curahkan perasaan-perasaan tentang keadaan
c.       jangan menganggap orang tersebut mewakili kelompok , cek dengan kelompok (apakah semua orang berpikir seperti itu)
d.      persentasikan data
e.       prakarsai diskusi secara pribadi
3.      Tipe banyak bicara
a.       beri tanggung jawab tertentu atau berikan kesempatan berperan sebagai pimpinan kelompok
b.      hindarkan pandangan terhadap peserta yang banyak bicara atau hadapkan tubuh pemandu kearah peserta lain
c.       jika perlu beritahu peserta yang banyak bicara ini secara halus bahwa pendapatnya menarik, tapi kita juga membutuhkan pendapat yang lain.
d.      jika perlu beritahu peserta yang banyak bicara ini secara halus bahwa pendapatnya menarik
e.       beri tugas menulis secara rinci tentang pendapatnya pada secarik kertas
4.      Tipe Pesimis
a.       jadilah pendengar aktif
b.      beri jawaban yang lebih positif atas ungkapan ungkapan pesimisnya
c.       tanyakan pendapat anggota lainnya tentang pendapat si pesimis tersebut
5.      Tipe Pelawak
a.       beri mereka tanggung jawab
b.      ajukan pertanyaan atau mintalah pendapat dan abaikan kata-kata lawakan mereka. Pertimbangkan bahwa lawakan tertentu dapat mencairkan suasana







Tidak ada komentar:

Posting Komentar