KEGIATAN
KELOMPOK SEBAGAI SALAH SATU KEGIATAN BIDAN
A.
Kegiatan
Kelompok sebagai Salah Satu kegiatan Bidan
1. Defenisi
Komunikasi
kelompok adalah suatu bentuk komunikasi antara dua atau lebih orang yang
berinteraksi satu dengan yang lain untuk satu tujuan. Orang-orang yang terlibat
biasanya mengisi peran-peran dan mentaati peraturan-peraturan serta norma-norma
yang secara implisit disetujui para anggotanya (ningsih, 2003).
2. Kegunaan
Berdasarkan
batasan tersebut diatas, kegunaan dalam bidang kebidanan tentulah sangat
menunjang tujuan bagi kesehatan ibu dan anak. Utamanya ketika dilakukan suatu
kegiatan-kegiatan bagi para bidan dalam sistem komunikasi kelompok tersebut,
selama melalui forum tersebut dimanfaatkan seefektif mungkin dalam berbagai
bentuk dan tujuan, yakni berfokus pada kesehatan ibu dan anak tersebut. Dalam
hal ini, Handy (1985) memberikan pengertian mengenai pentingnya kegunaan
komunikasi kelompok, yakni :
a. Memenuhi
kebutuhan sosial
b. Membentuk
konsep diri
c. Memberi/menerima
dukungan dan bantuan
d. Berbagai
dengan orang lain
B.
Kepemimpinan
dalam Kelompok
Cirri-ciri kepemimpinan dalam kelompok harus mengacu
untuk kepentingan bersama. Untuk itu harus memenuhi persyaratan dibawah ini :
1. Berorientasi
pada tugas
2. Menggunakan
waktu secara efektif, menentukan prioritas secara jelas dan sering membuat
keputusan eksekutif
3. Berorientasi
pada orang
4. Lebih
peduli pada perasaan-perasaan dan masalah-masalah anggota kelompok.
C.
Cirri-ciri
Kelompok yang Kompak
Kemudian
setelah kita mengenal cirri-ciri kepemimpinan seperti diatas, maka kita harus
tahu bagaimana cirri-ciri kelompok yang kompak itu, ciri-ciri kelompok yang
kompak adalah :
1. Organisasi
yang baik
2. Hubungan
yang baik
3. Riwayat
keberhasilan yang baik
Adapun salah satu
bentuk ketiga cirri tersebut diatas ialah bagaimana cara menyelesaikan masalah
dalam kelompok itu dimulai dengan kelompok pembuat keputusan, ada personal atau
tim yang ditunjuk oleh manajer untuk menyelesaikan masalah tertentu. Anggota
kelompok yang lain memberikan sumbang saran, cepat, agar terjadi pemahaman
dalam penyelesaian masalah. Itulah tanda adanya cirri-ciri kelompok kompak dan
prakteknya.
Disamping itu, pada
kelompok yang kompak memiliki empat dasar pelaksanaan sumbang saran yang harus
ditaati, yakni :
1. Tidak
boleh dilakukan penilaian pad aide-ide sampai acara selesai
2. Kelompok
harus menganggap dirinya sebagai penghasil sejumlah besar ide dan tidak
mengkhawatirkan kualitas dari ide-ide
3. Anggota
kelompok harus dibiarkan untuk berfikir dengan bebas
4. Ide-ide
yang ditawarkan anggota kelompok harus dihargai dan dikembangkan oleh anggota
kelompok lain.
Gaya
kepemimpinan dalam suatu kelompok komunikasi ada dua yakni :
1. Gaya
tunggal yaitu berdasarkan pencapaian tugas yang telah ditentukan bagi kelompok
2. Gaya
Eklektik yaitu berdasarkan gaya-gaya yang berpusat pada anggota kelompok atau
berdasarkan pembagian pada tugas
Karakteristik
kelompok menurut Hargreavest (1975) adalah
1. Anggotanya
memiliki hubungan tatap muka
2. Terdapat
lebih dari satu anggota
3. Anggotanya
memiliki tujuan atau maksud bersama
4. Anggotanya
dibeda-bedakan kedalam struktur
5. Anggotanya
menganut sekumpulan norma-norma
Sifat dari kelompok
Charles H. Cooley membuat penggolongan kelompok sosial dalam penggolongan utama
yaitu :
1. Primary
Group : kelom[pok primer lebih intensif dan lebih intensif dan lebih erat
antara anggotanya ( Face to Face)
2. Secondary
group : kelompok sekunder
Komunikasi dalam
kelompok sekunder merupakan komunikasi dalam hubungan yang tidak langsung,
tidak akrab, kurang bersifat kekurangan dan bersifar formal, lebih objektif.
D.
Membangun
Tim atau Kelompok / Team bulding
1. Pengertian
Team
bulding adalah suatu upaya yang dibuat secara sadar untuk mengembangkan kerja
kelompok dalam suatu organisasi.
2. Perlunya
membangun tim/ team bulding
Pada
prinsipnya kita memerlukan team bulding untuk memperbaiki kinerja kelompok yang
kita miliki, namun ada beberapa kondisi yang perlu dipertimbangkan dalam
pelaksanaan team bulding antara lain :
a. Kondisi
kelompok yang memerlukan peningkatan moralitas dan hasil kerja tim
b. Puncak
pimpinan yang jarang berfikir dan bertindak sebagai bagian sebuah kelompok
c. Terjadi
kurang pengertian antara sesame anggota kelompok, tidak ada arahan dan semangat
kerja yang timbul dalam suatu kelompok sehingga kelompok kehilangan arah kerja
d. Dalam
kelompok baru dinama terdapat beberapa individu yang menonjol tapi tidak dapat
bekerja bersama dalam kelompok
e. Kurangnya
rasa percaya diri antara sesama tim dan adanya ketidaktahuan akan kemungkinan
peluang yang dapat dilakukan oleh anggota tim.
3. Manfaat
membangun Tim/ Team bulding
Team bulding yang
dilakukan secara benar dan berkesinabungan akan memberikan hasil perubahan yang
sering kali jauh lebih baik dari dugaan semula.
a. Bagi
pimpinan tim/ kelompok
1.
Pimpinan tim akan menjadi lebih kuat dan
lebih efektif
2. Pimpinan
tim utama menyesuaikan gaya kepemimpinannya, dengan lebih memperhatikan
kepentingan dan tanggung jawab kelompok dibandingkan kepentingan pribadi
3. Terdapat
apresiasi yang lebih besar dari pimpinan tim terhadap kebutuhan anggota tim dan
bagian-bagian dalam tim
4. Pimpinan
menjadi lebih mampu untuk berkomunikasi secara langsung kepada anggota tim
sehingga terjadi hubungan pengertian yang lebih baik antara pimpinan dan
anggota tim
5. Pimpinan tim memiliki inisiatif untuk lebih memahami
prakasa anggotanya
6. Pimpinan mempunyai komitmen yang lebih tinggi terhadap
sasaran kerja dan memiliki harapan yang lebih besar.
b. Bagi individu anggota tim/kelompok
1. Sebagai besar individu memiliki pendekatan yang lebih
persuasif, toleransi menjadi lebih tinggi dan memiliki kepercayaan untuk
mengajukan argumentasi tanpa terikat oleh hirarki
2. komunikasi dan dialog antar sesama anggota kelompok
menjadi lebih bebas dan terbuka, yang selama ini menjadi salah satu hambatan
utama dalam perkembangan kelompok
3. terdapat ‘ ruang’ yang lebih terbuka untuk mengakui
beberapa kelemahan-kelemahan pribadi, bahkan kadang kala tidak jarang yang
mengundurkan dirikarena kesadaran sendiri.
4. banyak masalah antara pribadi sesama anggota tim/
kelompok selama ini mengganjal dapat dipecahkan dengan lebih mudah karena
keterbukaan semua anggota tim
c. bagi pelaksana kerja tim/ kelompok
1.
pertemuan
tim/ kelompok menjadi lebih struktur dan efektif
2.
hasil
yang diperoleh lebih dapat diterima dan terdistribusi dengan baik kepada sesama
peserta
3.
terjadi
perbaikan kerja dalam mencapai sasaran, peningkatan kemampuan dalam
mengevaluasi individu dan kelompok dengan cara yang lebih profesional
4.
tingkat
komunikasi dalam dan antara kelompok menjadi lebih komprehenshif dan efektif,
walaupun dalam kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan
5.
komitmen
yang lebih kuat terdapat sasaran-saran baru
6.
terciptanya
otonomi yang lebih besar pada tingkat manajemen
7.
lebih
banyak waktu digunakan untuk bekerja untuk bekerja sama dengan kkolega dan
bekerja sama dalam mencapai tujuan
E.
Strategi menghadapi kelompok peserta yang kurang
mendukung kelancaran kegiatan
1.
Tife
pasif
a.
anjuran
pertanyaan langsung pada peserta bersangkutan
b.
mintalah
mereka berbagi rasa berpasang-pasangan
c.
mintalah
untuk menulis komentar atau jawaban pertanyaan
d.
berikan
insentif kecil\
e.
merubah
metode penyampaian dengan kegiatan yang lebih menarik atau permainan
2.
Tipe
agresif
a.
anjurkan
pertanyaan tentang sebab sikap agresifnya
b.
beri
kesempatan dan curahkan perasaan-perasaan tentang keadaan
c.
jangan
menganggap orang tersebut mewakili kelompok , cek dengan kelompok (apakah semua
orang berpikir seperti itu)
d.
persentasikan
data
e.
prakarsai
diskusi secara pribadi
3.
Tipe
banyak bicara
a.
beri
tanggung jawab tertentu atau berikan kesempatan berperan sebagai pimpinan
kelompok
b.
hindarkan
pandangan terhadap peserta yang banyak bicara atau hadapkan tubuh pemandu
kearah peserta lain
c.
jika
perlu beritahu peserta yang banyak bicara ini secara halus bahwa pendapatnya
menarik, tapi kita juga membutuhkan pendapat yang lain.
d.
jika
perlu beritahu peserta yang banyak bicara ini secara halus bahwa pendapatnya
menarik
e.
beri
tugas menulis secara rinci tentang pendapatnya pada secarik kertas
4.
Tipe
Pesimis
a.
jadilah
pendengar aktif
b.
beri
jawaban yang lebih positif atas ungkapan ungkapan pesimisnya
c.
tanyakan
pendapat anggota lainnya tentang pendapat si pesimis tersebut
5.
Tipe
Pelawak
a.
beri
mereka tanggung jawab
b.
ajukan
pertanyaan atau mintalah pendapat dan abaikan kata-kata lawakan mereka. Pertimbangkan
bahwa lawakan tertentu dapat mencairkan suasana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar